budhyman cinta nurul wahidah

Jumat, 28 September 2012

PENGERTIAN DAN JENIS POWER SUPPLY



Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardwarekomputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supplyberupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.



Cara Kerja Power Supply

Ketika kita menekan tombol power pada casing, yang terjadi adalah langkah berikut.
Power supply akan melakukan cek dan tes sebelum membiarkan sistem start. Jika tes telah sukses, power supply mengirim sinyal khusus pada motherboard, yang disebut power good.

Jenis konektor kabel Power Supply
  1. 1. Konektor 20/24 pin ATX Motherboard.
     Digunakan untuk mensuplly tegangan ke motherboard.  Pada Motherboard versi lama digunakan Konektor ATX 20 pin, sedangkan Motherboard yang  sekarang / terbaru sudah menggunakan konektor ATX yang 24 pin. Untuk konektor ATX 24 pin pada dasarnya merupakan konektor ATX 20 pin ditambah dengan konektor 4 pin, sehingga kedua konektor ini bisa digabungkan atau dilepas sesuai dengan motherboard yang kita pakai.

    2. ATX 4 pin connector
    Digunakan sebagai penyedia supply tegangan untuk Processor kelas Intel Pentium IV. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan.

    3. 4 Pin Peripherial Power Connector / Molex Connector
     Digunakan sebagai supply tegangan untuk berbagai  hardware seperti 
     Hardisk IDE, CD ROM Drive dan Kipas Casing komputer.

    4. SATA Power Connector
     Digunakan untuk mensupply tegangan untuk komponen hardware yang menggunakan interface SATA seperti 
     Hardisk SATA dan CD/DVD ROM SATA.

    5. Floppy Drive Connector / Berg Connector
     Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external 
     audio card. Karena penggunaan Floopy Drive sekarang sangat jarang, maka konektor ini jarang digunakan.

    6. pin PCI-E connector
    Konektor ini digunakan untuk memberikan tegangan pada yang terdapat 
     pada beberapa graphic Card yang menggunakan slot PCI Express.


Komponen Power Supply 1000 Watt


Jenis Power Supply

A. Power Supply jenis AT

Power supply yang memiliki kabel power yang dihubungkan ke motherboard terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9). Kabel yang berwarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan.
Pada power supply jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan casing. Power supply jenis AT ini hanya digunakan sebatas pada era komputer pentium II. Pada era pentium III keatas atau hingga sekarang, sudah tidak ada komputer yang menggunakan Power supply jenis AT.

B. Power Supply jenis ATX

Power Supply ATX (Advanced Technology Extended) adalah jenis power supply jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan yang mendasar pada PSU jenis AT dan ATX yaitu pada tombol powernya, jikapower supply AT menggunakan Switch dan ATX menggunakan tombol untuk mengirikan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard.

Kamis, 27 September 2012

Tutorial : IP Address


IP Address

1. Apa itu IP address?
Bagaimana komputer-komputer yang terhubung ke jaringan internet saling berhubungan dan mengirimkan pesan? Masalah ini analog dengan masalah pengiriman surat di dunia nyata. Misalkan saya yang berdomisili di Aquarius 16 Bandung ingin mengirim surat kepada Hifni yang beralamat di jalan xxx no 100 Condongcatur Sleman. Pertama, saya akan menuliskan isi surat saya dalam sebuah kertas. Lalu surat tersebut akan saya masukkan ke dalam amplop. Mengapa saya masukkan ke dalam amplop? Agar surat saya terlindung. Dengan menggunakan amplop, resiko kerusakan surat saya akan lebih kecil daripada tidak menggunakan amplop. Setelah itu akan saya tuliskan alamat Hifni pada amplop surat tersebut, dan tak lupa nama Hifni, karena jika tidak dituliskan namanya, surat tersebut bisa nyasar ke kakak atau adiknya. Saya juga menuliskan nama dan alamat saya pada bagian belakang amplop, agar apabila Hifni ingin membalas surat saya, dia mengetahui alamat saya. Apabila alamat surat tersebut benar, prangkonya cukup, dan rute menuju rumah Hifni bisa dilalui, surat tersebut pasti akan sampai.
Pada kuliah pertama ini kita akan membahas salah satu komponen penting dalam jaringan komputer. Komponen itu adalah IP (Internet Protocol) address, yang analog dengan alamat rumah pada pengiriman surat di atas. IP address (versi 4) tersusun atas bilangan biner (0 dan 1) sepanjang 32 bit (binary digit) yang terbagi atas empat segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit. Artinya memiliki nilai desimal 0 (00000000) sampai 255 (11111111). Jadi secara kasar dapat disimpulkan bahwa jumlah alamat yang bisa dipakai oleh komputer di seluruh dunia yang terhubung ke internet sebanyak 232 buah (walaupun ada IP tertentu yang tidak dipakai dengan alasan khusus). Untuk mempermudah pembacaan, alamat IP tersebut biasanya dituliskan dalam bilangan desimal misalnya 167.205.35.31. Struktur alamat IP dibagi menjadi dua bagian yaitu Network ID dan Host ID. Sesuai namanya, Network ID berfungsi mengidentifikasi pada jaringan mana suatu komputer berada, sementara Host ID berfungsi mengidentifikasi suatu komputer (host) pada suatu jaringan. Dalam satu jaringan, host ID harus unik, sebagaimana analogi dalam satu jalan, tidak boleh ada rumah dengan nomor sama. Jaringan yang berbeda network idnya dipisahkan oleh router.

2. Kelas-kelas IP address

IP address dibagi menjadi lima kelas, A sampai E. IP address yang dipakai secara umum dibagi dalam 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya dipakai untuk kepentingan khusus. Ini untuk memudahkan pendistribusian IP address ke seluruh dunia.
Kelas A :
- Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- Bit pertama : 0
- Panjang Network ID : 8 bit
- Panjang Host ID : 24 bit
- Byte pertama : 0 – 127
- Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
- Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
- Jumlah IP : 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
IP address kelas ini diberikan kepada suatu jaringan yang berukuran sangat besar, yang pada tiap jaringannya terdapat sekitar 16 juta host.

Kelas B :
- Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
- 2 bit pertama : 10
- Panjang Network ID : 16 bit
- Panjang Host ID : 16 bit
- Byte pertama : 128 – 191
- Jumlah : 16.384 kelas B
- Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
- Jumlah IP : 65.535 IP address pada tiap kelas B
IP address kelas ini diberikan kepada jaringan dengan ukuran sedang-besar. Contohnya adalah jaringan kampus ITB yang mendapat alokasi IP address kelas B (terima kasih kepada Onno W. Purbo), dengan network id 167.205.

Kelas C :
- Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
- 3 bit pertama : 110
- Panjang Network ID : 24 bit
- Panjang Host ID : 8 bit
- Byte pertama : 192 – 223
- Jumlah : 2.097.152 kelas C
- Range IP : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx
- Jumlah IP : 254 IP address pada tiap kelas C

IP kelas ini dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil.

IP kelas D digunakan sebagai alamat multicast yaitu sejumlah komputer memakai bersama suatu aplikasi. Contohnya adalah aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host, seperti yang diadakan di ITB dalam program SOI (School on Internet) bersama beberapa universitas di Asia. Ciri IP kelas D adalah 4 bit pertamanya 1110. IP kelas E (4 bit pertama 1111) dialokasikan untuk keperluan eksperimental.

3. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan IP address
Aturan dasar pemilihan Network ID dan Host ID :
- Network ID tidak boleh bernilai 127. Karena Network ID 127 digunakan sebagai alamat loopback yaitu alamat yang digunakan komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 255 (seluruh bit diset 1). Nework ID atau Host ID yang seluruhnya bernilai 255 adalah alamat broadcast jaringan tersebut. Apabila dikirimkan pesan kepada alamt broadcast maka seluruh host pada jaringan tersebut akan menerima pesan itu.
- Network ID dan Host ID tidak boleh seluruhnya bernilai 0 (seluruh bit diset 0). Alamat IP dengan host id semuanya bernilai 0 diartikan sebagai alamat network yang menunjuk ke jaringan, bukan ke host.
- Host ID harus unik dalam satu network.

4. Penutup
Jadi, dengan semakin berkembangnya pengguna internet, alamat IP yang tersedia pun semakin sedikit. Perancang IP address dulu tidak menyangka bahwa perkembangan internet akan sedemikian pesat. Lalu bagaimana solusinya? Ada beberapa alternatif yang kini tengah dilakukan. Pertama melakukan penghematan pemakaian IP address dengan cara Subnetting, Supernetting, NAT, dll. Kedua, melakukan migrasi dari IP versi 4 ke IP versi 6 yang mempunyai alokasi sampai 3,4 x 1038.
Untuk melihat konfigurasi IP Anda, buka command prompt (Windows) lalu ketikkan ipconfig /all, lalu tekan enter. Untuk UNIX, buka shell/terminal lalu ketikkan ifconfig lalu tekan enter. IP address pada komputer dapat ditentukan secara static maupun dynamic. Penentuan secara static dilakukan dengan mengeset alamat IP pada komputer secara langsung. Sedangkan penentuan secara dynamic dilakukan dengan menggunakan dial up ke ISP (internet service provider) atau dengan cara menghubungkan diri dengan server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Sebagai contoh, komputer di lab Informatika Dasar I Teknik Informatika ITB mendapatkan IPnya secara dynamic melalui server ns.if.itb.ac.id sehingga alamat IPnya pada suatu saat bisa berubah secara otomatis. Keuntungan menggunakan DHCP adalah mampu mencegah IP conflict atau terdapatnya IP address yang sama pada satu jaringan.

5. Referensi
- Onno W. Purbo, Adnan Basalamah, Ismail Fahmi, Achmad Husni Thamrin. TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi.2002.Elex Media Komputindo:Jakarta.
- Aulia K. Arif, Onno W. Purbo. Konsep IP Address di Internet.
- Wahyu Hidayat, Affan Basalamah, Dikshie Fauzie. IPv6 di ITB.

Belajar dan Mengenal IP Address, subnetting, dan VLSM


IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP / IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.
Jenis-jenis IP Address terdiri dari:
1. IP ​​Public
Public bit tertinggi range address bit network address 
kelas A 0 0 - 127 * 8
 
kelas B 10 128 - 191 16
 
kelas C 110 192 - 223 24
 
kelas D 1110 224 - 239 28
2. Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.
10.0.0.0 - 10.255.255.255 
172.16.0.0 - 172.31.255.255
 
192.168.0.0 - 192.168.255.255
Kesimpulan 
1.0.0.0 - 126.0.0.0: Kelas A.
 
127.0.0.0: Loopback network.
 
128.0.0.0 - 191.255.0.0: Kelas B.
 
192.0.0.0 - 223.255.255.0: Kelas C.
 
224.0.0.0 = 240.0.0.0: Class E, reserved.
 
3.
 IPv6
terdiri dari 16 oktet, contoh:
 
A524: 72D3: 2C80: DD02: 0029: EC7A: 002B: EA73
Subneting
Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork. Langkah-langkah subneting adalah sbb:
contoh 2: 
Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut memiliki 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet.
 Tentukan network tiap departemen?
Solusi ; 
1.
 Tentukan berada dikelas mana ip tersebut? B 
2.
 Berapa jumlah network yang dibutuhkan? 
dengan rumus 2n> network yang dibutuhkan
 
25> 30
 
3.
 Ubah menjadi biner
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000000 00000000
 
11111111 11111111 00000000 00000000
4. Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga
network-portion host-portion 
10100000 01100100 _____ 000 00000000
 
11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000
perhatikan oktet ketiga 
_____ 000
 
1 1 1 1 1 000
 Cara 1 Dengan mengkombinasikan bit

00001 000 = 8 
00010 000 = 16
 
00011 000 = 24
 
00100 000 = 32
 
00101 000 = 40
 
00110 000 = 48
 
...............
 
11111 000 = 248
Cara 2
Mengurangi subnet mask dgn jumlah 256
11111 000 = 248
256 - 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8
No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0) 
1 Pertama 160.100.8.0
 
2 Kedua 160.100.16.0
 
3 Ketiga 160.100.24.0
 
4 Keempat 160.100.32.0
 
5 Kelima 160.100.40.0
 
6 Keenam 160.100.48.0
 
7 Ketujuh 160.100.56.0
 
..
 ............. 
30 Ketigapuluh 160.100.248.0
 
Maka
Network Broadcast Range-Hoat 
160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 - 160.100.15.254
 
160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 - 160.100.23.254
 
160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 - 160.100.31.254
 
160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 - 160.100.39.254
 
160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 - 160.100.47.254
 
160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 - 160.100.55.254
 
160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 - 160.100.63.254
 
160.100.64.0 160.100 .71.255 160.100.64.1 - 160.100.71.254
 
160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 - 160.100.79.254
 
........
 .......... .............
160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 - 160.100.255.254
VLSM (Variable Leght Subnet mask)
Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh:
contoh 2: 
Pada suatu perusahaan yang memiliki 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain:
 
1.
 Departemen A = 100 host 
2.
 Departemen B = 57 host 
3.
 Departemen C = 325 host 
4.
 Departemen D = 9 host 
5.
 Departemen E = 500 host 
6.
 Departemen F = 25 host
IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16
Bila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak dari jumlah host yang dibutuhkan. Maka dibutuhkan perhitingan VLSM yaitu:
1. Urut kebutuhan host yang diperlukan
1.
 Departemen E = 500 host 
2.
 Departemen C = 325 host 
3.
 Departemen A = 100 host 
4.
 Departemen B = 57 host 
5.
 Departemen F = 25 host 
6.
 Departemen D = 9 host
2. Ubah menjadi biner
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000000 00000000
 
11111111 11111111 00000000 00000000
 
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host
l Untuk 500 host 
network-portion host-portion
 
10100000 01100100 00000000 00000000
 
11111111 11111111 00000000 00000000
Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena 
2n-2> jumlah host
Hasilnya 160.100.0.0/23
Network Broadcast Range-Hoat 
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 - 160.100.1.254
 
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.3.254
 
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 - 160.100.5.254
 
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 - 160.100.7.254
 
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 - 160.100.9.254
 
........
 .......... ............. 
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 - 160.100.255.254
l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan. 
l Untuk 100 host menggunakan 28> 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
 
misal 160.100.2.0/24
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000010 00000000
 
11111111 11111111 00000010 00000000
maka 
Network Broadcast Range-Hoat
 
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.2.254
 
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 - 160.100.3.254
l Untuk 57 host menggunakan 26> 57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai. 
misal 160.100.3.0/24
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000010 00000000
 
11111111 11111111 00000011 00000000
maka 
Network Broadcast Range-Hoat
 
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 - 160.100.3.90
 
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 - 160.100.3.126
 
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 - 160.100. 3.190
 
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 - 160.100.3.254
l Untuk 25 host menggunakan 25> 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai. 
misal 160.100.3.192/25
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000010 00000000
 
11111111 11111111 00000011 00000000
 
maka
Network Broadcast Range-Hoat 
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 - 160.100.3.222
 
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 - 160.100.3.254
l Untuk 9 host menggunakan 24> 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai. 
misal 160.100.3.224/25
network-portion host-portion 
10100000 01100100 00000010 00000000
 
11111111 11111111 00000011 00000000
maka 
Network Broadcast Range-Hoat
 
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 - 160.100.3.227
 
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 - 160.100.3.254

KESABARAN

kita hidup di dunia ini harus selalu sabar,
karna kesabaran itu adalah kunci kehidupan.

Template by:

Free Blog Templates